Jumat, 05 Juli 2024

Pencegahan GERD

 

Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Ditinjau oleh Redaksi Halodoc 14 Mei 2018
Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Halodoc, Jakarta - GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan penyakit yang sering dialami oleh sebagian orang terutama setelah makan. GERD terjadi karena jumlah asam lambung yang naik ke esofagus melebihi batas normal. Inilah yang mengakibatkan beberapa gejala seperti dada terasa panas dan berdebar, naiknya asam lambung, kesulitan menelan, rasa asam atau pahit di mulut, mual, sampai muntah.

Sebenarnya, GERD ini dipicu oleh gaya hidup yang salah. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara tepat untuk mencegah GERD agar tak mengganggu kesehatan.

  1. Turunkan Berat Badan Jika Overweight

Untuk mencegah GERD yang pertama adalah kamu mesti memerhatikan berat badan kamu terlebih dahulu. Berat badan berlebih dapat memicu GERD karena adanya peningkatan tekanan pada perut yang melemahkan otot katup esofagus bagian bawah. Banyak pengidap GERD yang keluhannya membaik setelah berhasil menurunkan berat badan.

  1. Hindari Beberapa Jenis Makanan

Beberapa makanan dan minuman sebaiknya dihindari untuk mencegah GERD. Beberapa contoh makanannya yaitu cokelat, alkohol, jus jeruk, makanan yang mengandung tomat, makanan berlemak, merica, pepermint, kopi, dan bawang. Jenis makanan ini dapat mengiritasi mukosa lambung dan esofagus dan melemahkan otot katup esofagus bawah.

  1. Hindari Makanan Jumlah Besar

Makan dengan porsi kecil tetapi sering lebih baik daripada porsi besar sekaligus. Ini karena makan dengan porsi besar dapat berpotensi meningkatkan kerja lambung sehingga melemahkan otot katup esofagus bawah yang berakibat GERD.

  1. Hindari Berbaring Setelah Makan

Tunggulah 3 jam setelah makan kalau kamu ingin tidur atau berbaring. Beri kesempatan asam lambung turun dan lambung mengosongkan diri dengan posisi duduk kurang lebih 3 jam setelah makan terakhir.

  1. Hindari Rokok

Merokok dapat melemahkan otot katup esofagus bawah. Berhenti merokok adalah tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah GERD.

Sumber: 

https://www.halodoc.com/artikel/agar-tak-salah-ini-5-tips-mencegah-gerd


Ciri-Ciri GERD

 

8 Ciri-Ciri GERD yang Umum hingga Jarang Terjadi



Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi medis ketika cairan asam yang seharusnya ada di dasar lambung justru naik ke kerongkongan. Pengidap GERD kerap mengeluhkan serangkaian gejala dan ciri-ciri tertentu yang dapat mengganggu aktivitas harian.

Ciri-ciri dan gejala GERD

Berbeda dengan kenaikan asam lambung biasa, asam lambung yang naik akibat GERD bisa sampai menimbulkan beragam gejala.

Gejala GERD bisa berlangsung dalam jangka waktu tertentu, seperti sekitar 2 kali seminggu atau bahkan berlangsung beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa gejala GERD yang dialami setiap orang bisa saja berbeda-beda.

Berikut ini berbagai ciri-ciri GERD yang biasanya terjadi pada orang dewasa.

1. Dada panas atau serasa terbakar



Gejala paling utama dari GERD yakni timbulnya rasa panas pada bagian tengah dada atau tepat di atas perut.

Kondisi yang akrab dikenal dengan sebutan heartburn ini bisa membuat dada terasa sakit atau tidak nyaman.

Tingkat keparahan heartburn berbeda-beda, dari yang cukup ringan hingga yang terasa sangat parah. Saking hebatnya, beberapa orang bisa sampai salah mengira bahwa mereka mengalami serangan jantung mendadak.

2. Nyeri dada

Ciri-ciri GERD yang satu ini kerap salah dikira sebagai serangan jantung, padahal ada perbedaan antara nyeri dada heartburn dan serangan jantung.

Nyeri dada akibat GERD umumnya terasa pada dada dan menjalar dari bagian perut hingga leher.

Bila kondisinya sudah kronis, biasanya gejala GERD juga muncul setelah makan dan dapat memburuk pada malam hari.

Sementara itu, nyeri dada akibat serangan jantung lebih sering terasa pada dada bagian kiri.

3. Mulut terasa asam atau pahit

Gejala GERD lain yang bisa dengan mudah dideteksi yakni timbulnya rasa asam atau pahit pada bagian belakang mulut.

Rasa pahit muncul karena makanan atau asam lambung yang seharusnya sudah berada dalam sistem pencernaan naik ke kerongkongan.

Setelah naik ke kerongkongan (esofagus), makanan atau asam lambung tersebut akan terus bergerak ke bagian belakang tenggorokan. Cairan asam inilah yang  membuat mulut terasa pahit atau asam.

4. Regurgitasi makanan

Regurgitasi makanan merupakan kondisi saat cairan lambung dan sisa makanan yang belum dicerna kembali ke kerongkongan.

Campuran cairan lambung dan makanan lalu masuk ke mulut sehingga Anda merasakan asam seperti saat muntah.

Seperti heartburn, regurgitasi makanan merupakan ciri-ciri GERD yang sangat umum. Laporan dalam jurnal Gastroenterology & Hepatology pun menunjukkan bahwa sekitar 80% pengidap GERD mengalami gejala ini.

5. Rasa mengganjal di kerongkongan

Asam lambung merupakan asam kuat yang dapat mengiritasi jaringan tubuh, termasuk lapisan kerongkongan.

Iritasi pada kerongkongan akan menimbulkan rasa terbakar atau perasaan seperti ada makanan yang tersangkut di dalamnya.

Kerongkongan biasanya terasa makin mengganjal jika Anda makan makanan berlemak, gorengan, atau makanan pemicu GERD lainnya. Gejala ini baru akan membaik begitu asam lambung turun dan lebih stabil.

6. Batuk kering dan muntah

Salah satu ciri-ciri GERD yang kerap tidak disadari yaitu batuk kering. Batuk muncul karena asam lambung naik ke kerongkongan bagian atas, lalu mencapai tenggorokan atau bahkan laring (bagian pita suara).

Selain terjadi pada orang dewasa, batuk-batuk juga kerap menjadi penanda adanya GERD pada anak dan bayi.

Mereka mungkin tidak hanya batuk, tapi juga tersedak atau bahkan muntah hingga mengeluarkan semua isi perutnya.

Apakah GERD bisa kambuh karena stres?

Ya. GERD bisa kambuh karena stres. Pasalnya, stres dapat meningkatkan produksi asam lambung dan berisiko menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

7. Gejala semakin parah saat berbaring

Orang yang mengalami GERD biasanya mengeluhkan gejala yang semakin memburuk ketika tubuhnya dalam posisi berbaring alias tiduran.

Nyeri dadanya terasa bertambah parah, bahkan disertai mual atau batuk dengan bunyi napas yang lirih (mengi).

Itulah sebabnya orang yang punya GERD atau penyakit lambung lainnya sangat tidak disarankan untuk tidur setelah makan. Kondisi ini bisa membuat Anda bangun dengan badan lelah akibat GERD.

8. Timbul masalah pada gigi

Tidak melulu heartburn, GERD bisa saja menimbulkan ciri-ciri lain seperti kerusakan gigi beserta jaringan di sekitarnya.

Ini lantaran ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, cairan tersebut dapat mencapai mulut.

Tanpa sadar, hal tersebut akan membuat permukaan gigi dan lapisan keras pelindung gigi (email) terkikis. Lama kelamaan, asam lambung akan semakin merusak permukaan gigi dan lapisan pelindungnya.

Gejala GERD lainnya



Sama seperti penyakit lainnya, GERD yang berlangsung selama bertahun-tahun (kronis) dapat menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti:

Bila gejala GERD kronis terus memburuk pada malam hari, kemungkinan hal ini akan mengembangkan kondisi lain, antara lain:

Kapan Anda harus periksa ke dokter?

Ciri-ciri GERD terkadang bisa menyerupai gejala penyakit lain, sehingga Anda butuh bantuan dokter untuk memastikan penyebab GERD sekaligus diagnosis penyakitnya.

Segera kunjungi dokter maupun rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejala seperti di bawah ini.

  • Gejala yang tidak membaik atau lebih buruk dari biasanya, terutama pada orang yang memiliki GERD kronis.
  • Nyeri parah pada dada, seperti dada diremas kencang.
  • Sesak napas, pusing, mual, dan keringat dingin saat menjalani aktivitas.

Penyakit refluks asam lambung alias GERD terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, dari heartburn nyeri dada, hingga masalah pada gigi dan jaringan di sekitarnya.

Sumber: 

https://hellosehat.com/pencernaan/gerd/gejala-gerd-orang-dewasa-bayi/


Pencegahan GERD

  Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD Sakit Maag Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   14 Mei 2018 Halodoc,  Jakarta - GERD atau  Gastroesop...